2

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Persoalan relokasi  Pedagang Kaki Lima (PK5) masuk ke Ruko Blok B New Makassar Mall, pekan depan mendapat tanggapan positif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar.

Wahab Tahr misalnya. Legislator daerah pemilihan (Dapil)  II Makassar ini mengemukakan, reloksi pedagang pasar sentral sudah sewajarnya dilakukan, menginggat beberapa kendala proyek yang terbengkalai utamanya perbaikan jalan ditunda akibat pedagang enggan untuk pindah dari lapak sementara di Jalan KH Wahid Hasyim.

“Kita harap Dinas PU Makassar segera memperbaiki jalan masuk Pasar Sentral setelah para pedagang membongkar lapak yang menghalangi proyek. Kalau masalah pembayaran atau administrasinya akan dibahas sejalan dengan masuknya pedagang resmi ke mall itu,” ungapnya.

Pernyataan senada dikemukakan,  H Yunus.  Ketua Komisi B DPRD Makassar ini juga mengapresiasi langkah yang diambil Pemkot Makassar, untuk merelokasi PKL Pasar Sentral ke blok B. Rencana tersebut menurutnya, bisa menjadi solusi bagi pemerintah agar pembangunan jalan yang ditempati lapak sementara bisa dilanjutkan.

“Yang jadi masalah di Pasar Sentral selama ini kan adalah PKL yang tidak mau pindah ke New Makassar Mall karena persoalan harga. Kalau mereka dibuatkan lods lebih murah, pasti mereka akan pindah dan pembangunan jalan bisa dilanjutkan,” tuturnya.

Meski rencana tersebut didukung, Yunus meminta pemerintah kota Makassar juga memperhatikan pedagang yang telah menempati Makassar New Mall, eks pasar sentral yang dikelola oleh PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR). Ia juga meminta pemerintah kota Makassar berlaku adil kepada semua pedagang yang ada di Pasar Sentral, sebab relokasi PKL Pasar Sentral ke Blok B dinilai merugikan pedagang pasar yang terlanjur membayar sewa untuk menempati New Makassar Mall. (sumber: bkm)

BAGIKAN
Berita sebelumyaLegislator PKS Makassar Minta Pihak Terkait Tol Layang Pettarani Duduk Bersama
Berita berikutnyaKapolda Sulbar Hadiri Hari Bhakti Adhyaksa ke 58
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan MUh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here