Makassar, Inspirasimakassar.com:

Walikota Makassar

Kuliner Makassar adalah cita rasa internasional. Terbukti, Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto melakukan promosi wisata di Spanyol dan Swiss, aneka kuliner Makassar yang disajikan sangat digemari. Bahkan hanya dalam hitungan jam saja, semua jenis makanan seperti konro, coto, pallubasa habis.

Dengan demikian, walikota bertagline DIA ini memutuskan kekuatan Kota Daeng ini pada kuliner. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar mengambil peran strategis, sebagai tanggung jawab kita memperhatikan rakyat kecil. Pemerintah hadir sebagai jembatan memberdayakan para PKL menempati Kanrerong secara gratis di Karebosi.

Kanrerong sendiri dibangun pemerintah dengan biaya Rp9 miliar. Sebanyak 270 lapak disiapkan. Jika omzet telah mencapai Rp1 juta-Rp2 juta, maka kontribusi terhadap pemerintah Kota Makassar bisa mencapai Rp17 miliar.

Lapak di Kanrerong ri karebosi (ist)

Hanya saja, sejak PKL menempati Kanrerong ri Karebosi tersebut hingga kini belum maksimal. Masih banyak pedagang yang belum menempati kios yang disediakan melakukan transaksi. Melihat kondisi tersebut, Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto akan melakukan pembenahan.

“Awalnya, akhir Februari lalu, kita akan launching. Hanya saja, masih banyak yang belum siap,” urai Danny–sapaan walikota berlatar belakang arsitek tersebut, di sela-sela peresmian terminal elektronik di Jalan RA Kartini Makassar, Senin, 11 Maret 2019.

Menurutnya, sekalipun sudah ada pemiliknya, namun sejumlah kios masih terlihat kosong, atau belum ditempati para PKL. “Tetapi, jika kios-kios tersbeut tidak ditempati, maka hak guna kios tersebut bakal diserahkan kepada PKl lainnya,” tegasnya, seraya meminta para PKL yang telah terdaftar segega menempati kios tersebut.

Pernyataan senada dikemukakan, Koperasi Kota Makassar. Kepala UPT Pusat Pelayanan Usaha Terpadu/Kanrerong Diskop Makassar, Muhammad Said menegaskan, pihaknya akan mengambil kembali lapak Kanrerong jika pedagang tak juga kunjung menempati untuk berjualan.

“Kita sudah kasih warning keluar. Kalau misalnya belum buka, kami akan ambil haknya untuk diberikan ke orang lain yang lebih serius untuk menjual,” tegasnya.

Menurutnya, dari 228 booth yang disediakan, baru 117 pedagang yang sudah beroperasi di Kanrerong. Sementara 114 both sisanya masih belum berjualan. Pemkot Makassar sebelumnya telah melakukan penandatangan nota kesepahaman kerja sama kemitraan pembiayaan lunak bagi PKL Kanrerong ri Karebosi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Sekalipun demikian, tidak semua pedagang bakal mendapat bantuan modal. Pihak BNI masih melakukan verifikasi terhadap pedagang yang direkomendasikan. Besaran bantuannya pun belum bisa dipastikan.(sn)

BAGIKAN
Berita sebelumyaApril, Pemkot Makassar Miliki Motor Ambulans
Berita berikutnyaPemkot Siapkan Pengadaan Pengangkut Sampah, Nilainya Rp4,8 M
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here