Makassar, Inspirasimakassar.com:

Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto

Tahun 2019 ini, pemerintah tidak hanya menggelontorkan dana desa. Pemerintah juga akan mengeluarkan program dana kelurahan se-Indonesia. Program tersebut dikeluarkan pemerintah pusat, lantaran banyaknya keluhan dari masyarakat terkait anggaran di kelurahan.

Keluhan kepada Presiden Jokowi tersebut, kemudian membuat mantan walikota Solo dan mantan gubernur DKI tersebut meminta aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan pengawasan agar, baik dana desa atau dana kelurahan, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Jokowi meminta para gubernur, bupati, walikota, wakil gubernur, wakil bupati, wakil wali kota, semua melihat penggunaan dana kelurahan itu tepat sasaran sehingga rakyat betul-betul mendapatkan manfaatnya.

Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mendukung pelaksanaan program dana kelurahan oleh pemerintah pusat. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar siap menjalankan program tersebut, lantaran meningkatkan pembangunan di tingkat kelurahan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar sangat siap dengan pogram yang Kementrian Keuangan sebesar Rp3 triliun dan sudah ditetapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
Anggaran sebesar itu dialokasikan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) untuk 8.122 kelurahan di Indonesia, termasuk di 153 kelurahan di Kota Makassar.

Danny–sapaan Mohammad Ramdhan Pomanto menyebutkan, khususnya di Kota Makassar, disalurkan sebanyak Rp2 miliar setiap kelurahan. “Anggaran tersebut disalurkan melalui kecamatan,” tuturnya, pada Ahad, 3 Maret 2019.(bs)

BAGIKAN
Berita sebelumyaTahun Ini Pemkot Makassar Tunda Pelaksanaan Program Dana Kelurahan
Berita berikutnyaApril, Pemkot Makassar Miliki Motor Ambulans
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here