Makassar, Inspirasimakassar.com :

Bank Indonesia mengadakan sosialisasi bertajuk Peran Surat Berharga Komersial (SBK) sebagai Sumber Pendanaan Perekonomian Nasional yang diselenggarakan di Hotel The Rinra Makassar, Kamis (17/10/2019).

Dipilihnya Makassar, dinilai sebagai kota berskala ekonomi terbesar di wilayah timur Indonesia. Hal ini guna meningkatkan minat korporasi non-bank untuk dapat menerbitkan SBK dan kegiatan ini merupakan lanjutan dari serangkaian kegiatan sosialisasi SBK yang sebelumnya telah diselenggarakan di bulan Mei dan September 2019 di Jakarta.

“Bahwa SBK merupakan instrumen sistem pendanaan yang jauh lebih penting dan berharga dan lebih mudah dalam sistem pendanaan”, kata Kepala Group BI Endang Kurnia Saputra.

Dijelaskan Endang Kurnia Saputra, SBK merupakan keuntungan baru dalam melakukan ekspansi baru dalam pengembangan bisnis baru, hanya saja penerbitan SBK ini tergantung pada kondisi ekonomi utamanya ekonomi global, terlebih dampak perseteruan ekonomi antara Cina dan Amerika.

Endang mengakui, jika Ekonomi Sulsel bisa Survive
dan terus tumbuh melalui pengembangan potensi ekonomi. Sementara daerah di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua cenderung stagnan bahkan Papua tumbuh namun tidak signifikan, jelasnya.

Sehingga kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan awareness pelaku pasar, bahwa saat ini telah tersedia instrumen pendanaan jangka pendek bernama SBK, yang dapat dimanfaatkan oleh korporasi non-bank yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pendanaan jangka pendek di pasar uang.

Pendanaan melalui pasar uang ini akan dapat melengkapi portofolio pendanaan korporasi jangka panjang melalui pasar modal dan perbankan.
Untuk mendukung penerbitan dan transaksi Surat Berharga Komersial, paparnya.

Terkait dengan lembaga pendukung, sampai dengan 30 September 2019, telah terdaftar di Bank Indonesia sebanyak 5 penata laksana/arranger, 2 lembaga pemeringkat, 53 konsultan hukum, 88 akuntan publik, 5 notaris, 4 perantara/brokers, dan 19 kustodian, Imbuhnya.

Bank Indonesia juga telah melakukan penyempurnaan ketentuan dengan menerbitkan Peraturan Bank Indonesia dan Peraturan Anggota Dewan Gubernur, yang antara lain mencakup penerbitan, lembaga pendukung pasar SBK, keterbukaan informasi, transaksi SBK, manajemen risiko, pelaporan, serta pengawasan, pungkas Endang Kurnia Saputra. (hadi)

BAGIKAN
Berita sebelumyaI-Radio Makassar bersama Decolgen Pilih UIT Goes To Campus.
Berita berikutnyaTiga Rumah Hangus Terbakar di Pakangkang, Selayar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here