Makassar, Inspirasimakassar.com:

Penerangan bertujuan memberikan pencahayaan. Salah satunya lampu jalan, yang memberi penerangan bagi pengguna jalan. Kritera lampu jalan terdiri dari kabel jaringan, tiang listrik, kap lampu, serta panel listrik yang dipasang dibawah tiang listrik.

Panel listrik misalnya. Panel berbentuk kubus tersebut, terdiri dari dari berbagai ukuran, ataupun variasi. Sebelah sisi dibuat lubang selebar hampir sama dengan belakangnya. Nantinya di buat penutup seperti daun pintu, agar bisa dibuka dan ditutup. Di dalam panel tersebut, terdapat papan yang dikaitkan dengan sisi belakang pintu, dipakai baut, sehingga nantinya papan tersebut dapat dilepas dan dipasang kembali.

Umumnya, panel listrik dari plat besi dengan ketebalan 0,5 – 1 mm. Biasanya disesuaikan dengan ukuran atau besarnya panel. Nantinya, panel digunakan untuk pemasangan komponen-komponen listrik. Panel listrik ini, merupakan salah satu pengamanan.

Di dalamnya terdapat komponen seperti Kwhmeter, kontaktor, timerswitch, serta MCB. Agar pemasangannnya tidak terlalu sulit, maka dibutuhkan tehnisi yang berpengalaman dan profesional. Salah satunya, pembuatan panel listrik di Jalan Pelanduk Nomor 82 Makassar.

Bengkel pembuatan panel listrik di Jalan Pelanduk, Kecamatan Mamajang, tak jauh dari kantor Kodim Jalan Lanto Daeng Pasewang ini, sejak lama sudah dikenal luas berbagai elemen masyarakat. Bengkel yang digagas kelahirannya oleh Heri Lamoa (kini almarhum) puluhan tahun silam itu, memiliki pelanggan setia, bukan di Makassar saja, melainkan hampir di seluruh Sulawesi Selatan. Bahkan, berbagai provinsi di luar Sulawesi pun, tak luput dari buah tangan dan kreasi dari Heri Lamoa bersama karyawannya.

Kini Lantara—sapaan akrab Heri Lamoa telah tiada, sejak 2018 lalu. Namun, bengkel yang didirikan sekitaran tahun 1982 itu tetap beroperasi. Tentunya, lewat anaknya.

Buktinya, pekan ketiga Oktober 2020 ini, Inspirasi mendatangi bengkel yang berdiri di bawah bendera “Bengkel Karya Lantara” itu, sejumlah karyawan terlihat menyelesaikan berbagai pesanan panel listrik dari instansi terkait di sejumlah daerah.

 “Sekalipun orang tua kami telah tiada, namun bengkel ini tetap kami jalankan. Sebagai anak, tentunya apa yang telah dirintis orang tua, kami punya tanggungjawab untuk melanjutkannya. Ini saja, para karyawan kami sedang  menyelesaikan pesanan pesanan yang bukan saja dari Kota Makassar, melainkan di daerah lainnya, seperti Palu, Mamuju, Parepare, dan Kendari,” tutur Yusfandi Lamoa—putera Lantara.

Yusfandi Lamoa

Di bagian lain lulusan SMA Mulya Bakti, Jalan Kelapa Tiga Makassar ini menambahkan, selain pembutaan panel listrik berbagai ukuran, bengkel ini juga membuat tiang listrik berbagai model, kanopi, konstruksi stanlis, pagar, dan sejenisnya. Menyinggung harga satuan, Yusfandi mengakui tergantung tingkat kesulitan, bentuk, dan besaran.

Penanggungjawab teknik, Steven mengemukakan, dirinya dan rekan rekan karyawan di bengkel tersebut siap melaksanakan kreasi kreasi baru. “Tentunya, kami membuat panel listrik, dan sejenisnya itu disesuaikan permintaan pelanggan. Yang penting, pelanggan puas, kami sudah senang,” ujar lelaki asal Manggarai, Flores itu.

Panel listrik

Sementara itu, mantan staf accounting di bengkel Lantara, Mahfud Wael mengaku, mengenal betul sosok almarhum Lantara. Semasa hidupnya, almarhum membuat bengkel panel listrik dan berbagai jenis keperluan perkantoran. Bahkan, ini satu satunya bengkel yang dikenal luas masyarakat. Semua pekerjanya professional.

Mahfud Wael

Di sisi lain, Mahfud Wael mengharapkan, sekalipun Lantara sudah tidak ada, namun, bengkel ini terus melebarkan sayapnya untuk merambah daerah daerah lainnya.

“Bagi saya, bengkel Karya Lantara ini memiliki sejarah panjang. Maknya, harus terus dikembangkan oleh anak anaknya almarhum Lantara. Bengkel ini harus terus menumbuhkan kreasi kreasi baru untuk lebih memantapkan cita cita almnarhum Lantara. Beliau sosok baik, dan penuh ide untuk mengembangkan bengkel ini,” ujar Mahfud Wael. (din)

BAGIKAN
Berita sebelumyaBupati Pangkep Lantik Pengurus Jatman Annahdliyah
Berita berikutnyaKunker Komisi II DPRD Sulbar Ke Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here