basdir
Makassar, Inpirasimakassar.com:

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Basdir mengemukakan,  untuk mengatasi gelandangan dan pengemis (Gepeng) adalah persoalan pembinaan.Pasalnya, para Gepeng yang terihat di jalanan saat ini memiliki rumah dan keluarga.

Menurutnya, persoalan yang mengemuka  dari Gepeng  bisa terselesaikan, jika pembinaan terus dilakukan instansi terkait. Utamanya, Dinas Sosial Kota Makassar. “Jika pembinaan dimaksimalkan, maka saya kira, persoalan Gepeng di kota ini bisa teratasi.

Legislator Partai mercy ini mengakui, sebenarnya persoalan Gepeng  seringkali dianggarkan pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daearah (APBD) Kota Makassar. Hanya saja, hingga saat ini, Dinas Sosial Kota Makassar sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani itu belum bisa  menyelesaikan permasalahan tersebut.

Di bagian lain Basdir menyebutkan, rencana Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial  membangun pusat rehabilitasi untuk  para Gepeng di Pulau Lajukang hanyalah program belaka.

Untuk pembangunan rehabilitasi di Pulau Lanjukang, seharusnya Pemkot Makassar memikirkan lebih jauh lagi. Kata dia, jangan sampai niat pemkot untuk merubah gepeng tersebut lebih baik, dianggap berbeda. Apalagi, tempatnya yang direnacanakan akan berada di pulau.(bko)

BAGIKAN
Berita sebelumyaZaenal Betta : Persoalan Pengumpulan Zakat Bukan lagi Tabu
Berita berikutnyaMeski tak Berlaut, Soppeng Punya Wisata Air Mengagumkan
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here