belut

Belut. Hewan air tawar  yang satu ini digemari karena rasa dagingnya gurih dan aman dikonsumsi anak-anak hingga orang dewasa. Dagingnya juga dipercaya menambah vitalitas. Selain di rawa-rawa, hewan air ini banyak ditemukan di sawah atau sungai. Lantaran peminatnya cukup banyak.

Budidaya belut belakangan semakin digandrungi. Maklum, selain tingginya permintaan pasar, budidayanya juga tidak sulit. Hal utama yang mesti diperhatikan adalah pemberian pakan.

Dengan pakan alami, belut lebih cepat dipanen. Jika diberi pakan buatan, belut dipanen dalam waktu enam hingga tujuh bulan sejak dipelihara. Kecukupan pakan juga harus diperhatikan. Sebab, bila jumlahnya kurang bisa menyebabkan kanibalisme.

Untuk metode budidayanya sendiri ada dua cara. Yakni, menggunakan media kolam lumpur dan bubu bambu di sawah.  Langkah pertama menyiapkan kolam cukup berdiameter 2×5 meter sudah bisa menampung 50 kg bibit belut.

Efendy Masulili misalnya. Warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Moilong, Kabupaten  Banggai, Sulawesi Tengah ini mengaku baru membangun bisnis hewan air tawar yang masuk dalam kelompok ikan berbentuk ular ini, tiga bulan lalu.

Menurutnya, ide bisnis belut berawal dari permintaan Aji G Laksono, rekannya di Jakarta. Belut-belut tersebut kemudian dikirim menggunakan kargo dari Bandar Udara, Syukran Aminuddin Amir Luwuk. Dari Jakarta, Aji nantinya mengirimnya ke Singapura.

“Dalam seminggu biasanya lima kali saya kirim ke Jakarta. Sekali kirim 30 km hingga 100 kg,” ujar anak ke empat dari tujuh bersaudara ini, seraya menambahkan, untuk sementara dia hanya menggunakan satu kolam penampungan.

Pria kelahiran 53 tahun silam ini mengakui, yang paling disukai adalah belut warna hitam. Belut-belut itu biasanya dijual para petani yang mereka dapat baik dari pinggiran sawah maupun sungai. Soal omzet, Efendy Mesulili enggan menjelaskan secara detil. Yang pasti, lumayan.

“Soal rencana ke depan, saya akan menambah satu kolam penampungan lagi,” tutur pria yang telah melanlang buana disejumlah daerah dalam urusan bisnis ini.

Kunci sukses dalam budidaya belut adalah ketersediaan pakan. Media tanah harus berisikan bibit-bibit cacing atau ikan-ikan kecil. Pemberian pakan untuk belut juga bisa dilakukan dengan menambahkan pelet, keong atau bekicot.

Bagi Anda yang tertarik mengikuti jejak keberhasilan Efendy Masulili, tidak ada salahnya jika Anda mencoba untuk membudidayakan belut dalam kapasitas kecil terlebih dahulu. Budidaya belut dengan modal kecil dapat dilakukan dengan drum, namun bisa juga menggunakan kolam terpal maupun kolam dengan lantai semen.

 

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaKaryawan VW Tetap Akan Diberi Bonus Meski Perusahaan Tersandung Dieselgate
Berita berikutnya15-16 April UNM Gelar Konferensi Internasional 2016
Journalist Inspirasi Makassar. Lahir di Kutai Kartanegara, 25 Juli 1972. Studi SD hingga SMP (MTs As'adiyah) diselesaikan di sebuah desa penghasil batu bara, Santan Tengah, kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menyelesaikan S1 di Fakultas Teknik Elektro, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Februari tahun 1999. Sementara pendidikan menengah atas ditempuh di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Watampone, Bone, Sulawesi Selatan. Mantan wartawan harian Fajar Makassar, penyiar dan reporter di radio berita Independen Fm serta kontributor Radio Berita 68H Jakarta.

5 KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here