Astin Setiawan menyerahkan bantuan pengobatan tambahan kepada pasien Kusta sekaligus Tb diterima petugas Puskemas

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,menyerahkan bantuan tambahan biaya kesehatan kepada Muhammad Saldi. Bantuan berpa uang tunai, susu, telur, madu, minyak goreng, Indo Mie, dan bahan makanan lainnya yang diserahkan kepada penderita Kusta sekaligus Tuberkolosis (TB) itu berlangsung di Bangsal, Perkampungan Kusta Jongaya, Jalan Bajidakka, Kecamatan Talamate, Kamis, 12 Januari 2023, siang hari ini.

Bantuan yang diserahkan Kabid II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Astian Setiawan itu usai kunjungan silaturahmi Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makassar (FKKM), Dokter Udin Shaputra Malik, ke BAZNAS Kota Makassar. Dokter Udin dan kawan kawan diterima Ketua dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar (HM.Ashar Tamanggong dan H.Jurlan Em Saho’as).

Di sela sela penyerahan, Astin Setiawan mengemukakan, bantuan kemanusian yang diberikan lembaga  pemerintah nonstruktural yang dipimpin masing masing H.M Ashar  Tamanggong, Ahmad Taslim, H,Jurlan Em Saho’as, serta Waspada Santing masing masing sebagai ketua, wakil ketua I,II, dan III tersebut tepat sasaran. Pasalnya, bantuan di bidang kehatan kesehatan merupakan salah satu program BAZNAS Kota Makassar.

“Jadi, BAZNAS ini tidak main main dalam penyaluran bantuan. Kami wajib tepat sasaran. Makanya, sebelum kami memberikan bantuan apapun itu, wajib hukumnya kami melakukan asesmen terhadap obyek penerima. Dan, memang betul, sudara kita ini (Muhammad Saldi) berharap menerima bantuan. Penderitaan saudara kita ini sudah bertahun tahun, sehingga dia butuh bantuan,” tutur Astin Setiawan.

Ketua FKKM Kota Makassar, dokter Udin berbincang bincang, sambil memegang megang tangan pasien

Menyinggung asal dana dari bantuan kepada putera dari pasangan Zaenal dan Rosdiana yang ber-KK di RT001/RW001, Kantisang, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, KM 8 Perintis Kemerdekaan, kelahiran 3 September  2006, Astin Setiawan yang juga Sarjana Dakwah Universiras Islam Negeri (UIN) Alauddin ini mengaku, berasal dari  donasi para Muzaki baik dari orang orang kaya, maupun para ASN, dan guru beragama Islam Diknas Kota Makassar, dari BUMD dan Perusda, termasuk dari jajaran Polres Pelabuhan Makassar yang menyalurkan zakat, infak, maupun sedekahnya melalui BAZNAS Kota Makassar.

“Selain bantuan berupa uang tunai, bahan makanan, obat obatan, BAZNAS jutga berharap kepada keluarga pasien juga tetap berdoa, kiranya Allah SWT cepat menyembuhkan penyakit yang diderita. Karena, hanya dengan kekuatan doa, tuhan dapat menyembuhkan penyakit apapun yang diderita manusia, disamping medis,” tutup Astin.

Sementara itu dokter Udin Shaputra Malik mengakui, dibandingkan sebelumnya, kesehatan Muhammad Saldi semakin membaik. “Alhamdulillah. Semoga dia cepat pulih seperti semula, sehingga bisa berbaur di tengah tengah masyarakat seperti semula,” ujarnya.

Bungsu dari enam  bersaudara, pasangan H.Abdul Malik Hamid dan Hj.Hasnaty Nur (Almr) kelahiran Polewali Mandar, 17 Juli 1989, sekaligus alumni terbaik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin tahun 2013 dengan IPK 4.00 atau summa cumlaud, dan Founder Makassar Siap Sekolah, atau Massikola ini mengharapkan, agar tenaga kesehatan di Puskesmas Tamalate khususnya, dan Dinas Kesehatan Kota Makassar umumnya, tetap memerhatikan kesembuhannya.

“Kami mengharapkan, berbagai elemen masyarakat di Kota Makassar juga turut serta memberikan dukungan, kiranya saudara kita ini (Muhammad Saldi) cepat sembuh dari semua penyakit yang menderanya. Semoga dia cepat sembuh,” tutur suami dari Aulia Aura Imandara Ramdhan Pomanto ini.

Saat di Bangsal, perkampungan kusta Jongaya,  lelaki ganteng berkumis tipis yang dinobatkan sebagai The Most Dedicated Volunteer dari AFS Asia Pasifik tahun 2021 duduk di tempat tidur, sambil berbincang bincang secara dekat. Malah, dokter Udin juga bercengkrama, sekaligus  memegang megang tangan pasien.

Pernyataan senada dikemukakan Sierli Natar.S.Kep. Penanggungjawab Program TB/Kusta Kota Makassar ini menambahkan, sebenarnya Muhammad Saldi dalam proses penyembuhan setahun terakhir.


Sierli Natar.S.Kep (batik)

“Jadi sebenarnya, pengobatan dua penyakit baik TB, maupun kusta terhadap pasien ini sudah selesai. Sekarang tunggu proses penyembuhan. Jadi kedua penyakit ini sudah tdak menular lagi,” ujar ibu tiga orang anak.

Di bagian lain, perempuan kelahiran Kabupaten Bone, asal Sera, Kecamatan Pulau Lakor, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku ini mengaku salut kepada BAZNAS Kota Makassar. Pasalnya, lembaga Amil yang berkantor di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rapoccini ini benar benar memerhatikan kaum dhuafa yang membutuhkan bantuan, baik untuk kesehatan, maupun kehidupan sehari sehari .

“Saya melihat, BAZNAS Kota Makassar ini sangat reaktif terhadap persoalan sosial kemasyarakatan dan keumatan. Bagi saya, bantuan yang diberikan kepada pasien ini benar benar tepat sasaran. Sebab, ayahnya buruh harian. Sementara ibunya hanya tinggal di rumah. Mereka juga sering berpindah tempat tinggal,” urainya.

 Sierli Natar menambahkan, sebenarnya keluarga pasein ini mulai pasrah, atas penyakit yang menimpanya. Dia pernah keluar masuk baik di Puskesmas, maupun Rumah Sakit Tajuddin Daya.  

Seperti diketahui, penderitaan Muhammad Saldi atas dua penyakit yang menderanya beberapa tahun belakang membuatnya demikian menderita. Kulitnya mengelupas, seperti terbakar. Dia hanya terbaring di tempat tidur.  (din pattisahusiwa)

BAGIKAN
Berita sebelumyaPersonil Kodim 1415/Selayar Diterjunkan Dalam Giat Pengurangan Resiko Dampak Bencana
Berita berikutnyaBAZNAS Makassar Bagi 150 Dus Menu di TPA Antang
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here