opier

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Makassar tentang perubahan status PDAM, Badaruddin Ophier mengaku akan mati-matian untuk mempertahankan status hukum PDAM Kota Makassar, tetap menjadi Badan Usaha Milik Daerah, pada Selasa, 13 Maret 2018.

Hal ini diauki menyusul adanya dua opsi yang menjadi bahan perdebatan di internal Pansus, yakni Perseroan Terbata (PT) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Menurut Bro Ophier, jika status hukum PDAM dirubah mejadi PT, Maka bukan hal yang tidak mungkin investor swasta bisa menginvestasi di PDAM.

“Jika ini terjadi saya kira bahaya. Karena kan fokusnya di profit, sehingga kerja-kerja sosial PDAM tidak lagi jalan. Bisa saja ada PHK karyawan dan retribusi air yang meningkat,” kata legislator fraksi Gerindra ini.

Tidak hanya itu saja, akan tetapi, kemungkinan PDAM untuk menerima dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tertutup. “Pasti kalau ada investasi swasta tidak bisa lagi menerima APBN. Kita ingat yang lalu, utang PDAM itu kan dibantu oleh APBN,” ujarnya.opi

Anggota komisi B ini menambahkan fenomena kebocoran debit air yang diproduksi oleh PDAM yang berkembang, dari 7 Juta kubik distribusi air, yang hilang percuma kurang lebih 40 persen.

“Ini harus dicari tau. Kalau alasannya kebocoran berarti itu di fisik saja. Tapi yang non fisik? Makanya harus ada transparansi dari direksi,” ucapnya.

Beliau mengaku akan membantu PDAM mempertahankan status hukum dengan syarat harus ada transparansi berkaitan dengan kebocoran air. “Saya akan ngotot membantu PDAM asalkan mempertahankan asas transparansi itu tadi. Jadi baik Badan Pengawas dan Direksi perlu untuk dievaluasi,” tutupnya. (humas dprd kota makassar)

BAGIKAN
Berita sebelumyaPansus Penyertaan Modal Bank Sulselbar Gelar Rapat Pembahasan Gambaran Umum
Berita berikutnyaShinta Mashita : Hasil Reses Dapil V, Masyarakat Keluhkan Krusial Sosial
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan MUh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here