Kapolres saat melakukan penanaman pohon di Mapolres Kepulauan Selayar bersama Forkopimda

Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com :
Kepolosan dan keterbukaan polisi untuk mengungkap segala bentuk kejahatan di Bumi Tanah Doang Selayar akan semakin terbuka lebar. Dibawa kendali Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Temmangnganro Machmud, S.IK MH yang merupakan putra kelahiran Pinrang tahun 1980 ini, masyarakat Selayar akan merasa aman, nyaman dalam melakukan aktifitas kesehariannya. Salah satu faktanya adalah dengan pengungkapan dan penangkapan gembong residivis curanmor yang selama ini dinilai sangat meresahkan warga Selayar hingga ke perkampungan-perkampungan dan pedesaan di Sulawesi Selatan.
        Dengan kepiawaian dan ketegasan seorang pimpinan telah membuat Satuan Kepolisian Resor Kepulauan Selayar akan dituntut untuk bekerja keras demi menjaga citra dan nama baik Polri. Karena itu dengan upaya gerak cepat Satuan Reskrim Polres Kepulauan Selayar telah berhasil menangkap komplotan residivis curanmor disekitar Pasar Baru Bonea Benteng pada beberapa hari lalu. Meskipun dua orang pelaku diantaranya masih dalam pengejaran polisi.
        Dikonfirmasi via WhatsAppnya, Senin (13/01) sekitar pukul 11.30 Wita, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Selayar, AKBP Temmangnganro Machmud mengimbau masyarakat agar selalu menjadi polisi bagi dirinya untuk mengamankan pribadi dan keluarganya serta sedapat mungkin bisa membantu polisi dalam penanganan kasus dan cipta kondisi sehingga keamanan dan ketertiban ditengah-tengah masyarakat selalu dalam situasi kindusif. Polisi dalam melaksanakan tugasnya sangat mengharapkan adanya partisipasi dan bantuan dari seluruh komponen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.” katanya.

Gembong Residivis Curanmor, Awd


          Pimpinan komplotan pencurian motor yang terjadi di Komples Perumahan Nelayan Buttu Dusun Padang Oge Desa Laiyolo Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar yang berinisial Awd bin Edi (28) mengakui jika niat jahatnya muncul ketika kembali dari Pelabuhan Fery Pattumbukang ujung selatan bagian timur Pulau Selayar. Diinterogasi dihadapan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar, Awd dan Hrp bin Amiruddin (25) mengakui semua perbuatannya. Malah Awd mengaku sudah tidak bisa menghitung lagi kendaraan roda dua yang pernah dijarahnya karena kian banyaknya. Bahkan kadang hasil curiannya itu dijual kepada warga pulau dengan harga dibawah standar.
       Awd tak sungkang-sungkang menceritakan kronologis kejadiannya dihadapan penyidik Rekrim Polres. Kata dia, awalnya kami disuruh oleh seorang teman ke Pelabuhan Fery di Pattumbukang untuk mengecek kapal yang akan ke Pulau Jampea. Pulang dari Pattumbukang sekitar jam 02.00 dinihari, Kamis (09/01) kami berempat masing-masing Hrp, Arl dan Ard bercengkrama diatas mobil rental yang dikemudikan oleh Hrp dan bersepakat untuk mencuri motor. Setelah niat jahat sudah bulat tanpa rasa takut sedikitpun Hrp membelokkan mobil yang dikemudinya masuk ke Komples Perumahan Nelayan di Buttu.
        Melihat sebuah sepeda motor yang terparkir didalam pekarangan, sayapun turun dari mobil dan langsung menggondol motor itu dengan mendorong hingga ratusan meter. Melihat kondisi yang kondusif lagi aman apalagi kunci kontaknya tersimpan dibagian sakunya, saya mencoba menghidupkan mesin dan mengendarainya secara bergantian dengan Arl hingga tiba di Kota Benteng. Sedangkan Hrp mengikuti dari belakang bersama Ard dengan mengemudikan mobil rental.” Awd menjelaskan.
       Untuk menghilangkan jejak lanjut Awd, saya mencoba membuka biz motor itu sedangkan plat bagian depannya saya copot. Dan tanpa menunda waktu lama, saya bawa motor itu kepada salah seorang warga Gantarang Keke bernama Hamad di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai untuk digadaikan. Sayapun bersedia diberi uang senilai Rp 1.500.000,- Setelah dilakukan transaksi kamipun bergegas meninggalkan tempat itu hendak memgamankan diri.” ungkapnya.

Motor yang digondol oleh Awd saat berada di Gantarang Keke


        Saat ditanya, sudah berapa banyak motor yang pernah kamu jarah ? Dengan spontanitas Awd menjawab,” Sudah banyak dan saya sudah tidak bisa menghitungnya lagi karena semakin banyaknya. Motor yang saya ambil dari kabupaten sebelah saya bawa ke Selayar lalu kemudian saya jual dengan harga murah kepada warga yang berdomisili dipulau-pulau. Saya menawarkan harga yang tidak layak dan dibawah standar. Yang penting cepat terjual.” katanya menambahkan.
         Sementara itu, Hrp juga mengakui jika perbuatannya ini merupakan kali kedua dilakukannya. Meskipun sebelumnya, ia hanya mencuri buah cengkeh dikampungnya. Ada rasa penyesalan dalam diri Hrp. Iapun mengucapkan sumpah demi Allah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya ini lagi. Ia juga menyesal berteman dengan seorang pencuri. “Saya merasa sangat menyesal bersahabat dengan Awd. Dan saya telah bersumpah tidak akan bersama dengan Awd jika nantinya saya bebas dari penjara akibat perbuatan ini.” kesalnya.
       Ditemui di Dusun Bontoala Desa Harapan, Amiruddin ayah dari Hrp mengaku sangat kecewa dengan perbuatan anaknya itu. ” Saya sudah banyak kali memberikan nasehat kepada anak saya, Hrp namun dia tidak mau mengindahkan. Dia tetap bersikukuh untuk tetap berteman dengan Awd. Karena itu, saya suruh pergi meninggalkan rumah ini. Karena akibat sering ikut-ikutan sama Awd sehingga kami seringkali berselisih paham dengan orang tua Awd. Dia akrab berteman baru dikisaran dua bulanan. Itulah yang menyebabkan prilaku anak saya berubah.” ungkap orang tua Hrp. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumyaSekda Takalar hadiri Pelantikan Pemuda Pancasila Takalar
Berita berikutnyaUnit Resmob Subdit Jatanras – Tim Passaka Majene Ringkus Pelaku Curat
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here