Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com :


Menanggapi polemik yang terjadi dimasyarakat akhir-akhir ini seputar anjloknya harga komoditi kopra, Kepala Dinas Perindustrian, Pedagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkum) Kepulauan Selayar, Drs Hizbullah Kamaruddin menanggapi,” Sebagai upaya Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengatasi anjloknya harga komoditi kopra secara nasional oleh Pemda secara terus menerus melakukan pembinaan kepada pelaku  Industri Kecil Menengah (IKM) agar terus melakukan inovasi baru dengan membuat produk-produk turunan kelapa termasuk pemberian bantuan peralatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pengelolaan kelapa.
      Disamping itu, pada pertengahan tahun 2019 ini, investor pengolahan virgin coconut oil (VCO) dari Surabaya Jawa Timur akan datang ke Selayar melakukan sosialisasi pembangunan pabrik VCO curah termasuk kerjasama dalam pemasarannya. Selain itu, Disperindagkum telah mengusul kepada Bupati, HM Basli Ali agar isu kelapa harus diangkat menjadi isu nasional seiring anjloknya harga kelapa secara global. Efek dari perdagangan kelapa yang dinilai sudah menekan daya beli masyarakat yang dapat menimbulkan tingkat kemiskinan masyarakat yang mengalami peningakatan yang cukup signifikan maka dibutuhkan kebijakan Pemerintah Pusat untuk solusi penyelesaiannya.
     Masih dalam Juni tahun ini lanjut Hizbullah, pihak penyedia mesin pembuatan minyak goreng skala kecil dari Makassar Sulsel juga akan ke Selayar melalukan kegiatan sosialisasi kepada sejumlah kepala desa, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan usaha pembuatan minyak goreng kelapa yang bahan bakunya dapat dibeli dari masyarakat petani kopra. Tentu ini sudah sejalan dengan imbauan Pemda kepada ASN khususnya didaerah ini untuk mengkonsumsi minyak goreng olahan masyarakat Selayar. Disamping terus mendorong masyarakat khususnya petani kopra untuk tetap memproduksi arang tempurung dan kopra putih.” kata Hizbullah.
      Dalam pertemuan Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) di Jakarta 16 Mei pekan lalu yang dihadiri sejumlah bupati diantaranya, Bupati Kepulauan Selayar Sulsel, Bupati Karangasem di Bali, Bupati Wonosobo di Jawa Tengah,  Bupati Sambas di Kalimantan Barat, Bupati Meranti di Kepulauan Riau serta bebarapa perwakilan Pemda penghasil kelapa di Indonesia yang diketuai Prof Dr Ir Nelson Pomalingo, M.Pd telah menyimpulkan 4 point penting.” kata Hizbullah yang juga ikut dalam pertemuan itu bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ir Ismail.
       Pemerintah kabupaten seluruh Indonesia khsusunya yang tergabung dalam assosiasi petani dan pengusaha dibidang perkelapaan untuk mendudkung Festival Kelapa Internasional di Karangasem Bali pada 14 – 17 September 2019 nanti. Selain itu, KOPEK juga diharapkan mengambil peran aktif dalam pengambilan kebijakan strategis nasional yang meliputi kebijakan produksi, pengembangan industri kelapa terpadu serta mendorong Pemerintah Pusat untuk menjadikan kelapa sebagai komoditi strategis nasional serta dapat menginisiasi terbentuknya Otoritas Kelapa Indonesia.” katanya.
      KOPEK juga diharapkan dapat memfasilitasi kemitraan antara swasta dan pemerintah dalam peningkatan investasi khususnya dikabupaten penghasil kelapa, seperti Selayar. Dan terakhir KOPEK mendukung peningkatan peran aktif Indonesia dalam Organisasi Internasional Cococnut Cummunity (ICC) dari Indonesia yang memiliki kompotensi dibidang perkelapaan, baik nasional maupun internasional melalui proses seleksi terbuka.” imbuh Hizbullah Kamaruddin via WA nya tadi pagi. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumyaRp60 Miliar untuk THR ASN Pemkot Makassar
Berita berikutnyaKisah Nur Latael Bisnis Asida di SBT
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here