Saat memberikan penjelasan tentang bibit kakao kepada gubernur Sulbar Ali Baal Masdar

 Ir.H.Abdul Waris Bastari dilantik sebagai Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar). Pelantikan mantan Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Sulbar itu oleh Gubernur Ali Baal Masdar,  di Mamuju, Kamis, 23 Mei 2019. Hadir pula, Sekda Muh Idris DP, serta sejumlah kepala dinas.

Kepercayaan yang diberikan kepada pria Mandar kelahiran Polewali Mamasa (Polmas)-kini Polman Mandar (Polman), 1 Desember 1965 ini, tentunya menjadi momentum untuk menjadikan, memajukan,  sekaligus membawa Dinas Perkebunan sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bukan saja setara, melainkan menjadi barometer bagi OPD lainnya di provinsi pecahan Sulawesi Selatan tersebut.

Pelantikan oleh gubernur

Bagi mahasiswa Agronomi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali Makassar—Kini Universitas Islam Makassar (UIM) angkatan 1986 ini, kepercayaan yang  diberikan Pemprov Sulbar kepadanya, merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, melalui kerja cerdas, demi kemaslahatan masyarakat pekebun.

Karenanya, dirinya berjanji akan melakukan berbagai langkah, dan proaktif bersama seluruh jajaran yang dipimpinnya. Utamanya,  mengedepankan efektivitas kerja. Tujuannya, agar tercapai apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Dinas Perkebunan di provinsi bersemboyan  “Melette Diatonganan”—meniti pada kebenaran itu.

memberikan penjelasan kepada menteri pertanian

Kepemimpinan sulung dari tujuh bersaudara, pasangan H.Bastari Badila dan Ny.Hj.Munthaha ini tidak diragukan lagi. Pasalnya, sebelum menduduki kursi orang  nomor satu di Dinas Perkebunaan, ia telah mengeyam berbagai jenjang. Sebut saja, Petugas Khusus Wilayah Pir di Kalimantan Barat, Kasi Data di Bappeda Mamuju, Kasi Bina Usaha Perkebunan di Dinas Perkebunan Mamuju, Kabid Amdal BLH Sulbar, Kabid.PLA Disbun Sulbar, Kabid. PPHP Disbun Sulbar, hingga Kabid Produksi Perkebunan Distan Sulbar.

Berbagai pengalaman itu membuatnya, tidak sekadar sedang mencoba menjalankan amanah sebagai kepala dinas, juga tidak mencari-cari bagaimana memulai, melainkan ia meyakini diri menjalankan roda organisasi sesuai koridor.

“Tentunya, berbagai jabatan yang pernah kami jalani, menjadi pembelajaran berharga. Harapan kami, semoga, kepercayaan yang diberikan pemerintah provinsi Sulbar dapat kami jalani dengan baik. Sebab, jabatan ini bukan saja kepercayaan, melainkan amanah yang wajib dijunjung tinggi,” ujar suami dari Hj.Astiah SE,MAp dan ayah dari tiga orang anak ini.

Menyinggung program unggulan, mantan aktivis kampus yang juga alumni SD Negeri 1 Mamuju (1980), SMP Negeri 1 Mamuju (1983) dan SMA Negeri 1 Mamuju (1986) ini merinci sejumlah gembrakan prioritas. Diantaranya, peningkatan produksi dan produktifitas kelapa sawit, kakao, kopi, dan kelapa.

Menyoal program unggulan tersebut, Waris-sapaan akrab peserta Diklat PIM IV ADUM (2002), PIM ADUM  III angkatan ke-34  tahun 2007 ini mengakui, disaat pelantikan, Gubernur Ali Baal Masdar memberi sejumlah pesan. Diantaranya, segera menyusun Rencana Strategis (Renstra), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), serta menyusun program prioritas.

Di tengah tengah lokasi pembibitan

“Tentunya, harapan bapak gubernur Sulbar soal penyusunan program prioritas, dalam rangka peningkatan produksi dan produktifitas komoditi unggulan, segera kami laksanakan,” ujarnya, usai terawih, Sabtu, 25 Mei 2019 malam di Mamuju.

Karena itu,  dari empat bidang dan 15 seksi yang ada di Dinas Perkebunan Sulbar, dirinya berkeyakinan akan mewujudnyatakan kinerja yang maksimal. Sebab, dari pemikiran dan tangan terampil rekan kerjanya akan memanej 150 ribu hektar kelapa sawit,  153 ribu hektar kakao, 25 ribu hektar kopi , serta 42 ribu hektar kelapa secara professional. Tentunya, hasil akhir yang dicapai, adalah kesejahteraan petani dan keluargnya.

Bagi warga BTNAxuri Blok K No 3 Mamuju ini, agar dinas yang dipimpinnya berjalan baik, tentunya seluruh komponen, mulai dirinya, hingga elemen terkencil didalamnya, harus bekerja secara beriringan dan harmonis.

“Ciri dan sifat kepemimpinan adalah kepemimpinan yang efektif. Yaitu, kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi atau memotivasi (staf) agar bisa bekerja dengan benar dan terarah, sehingga tujuan bisa dicapai. Karenanya, saya berharap, seluruh rekan sejawat menjadikan pelayanan maksimal kepada petani, khususnya yang mengelola perkebunan secara konsisten,” harapnya, seraya menambahkan,  sebagai mesin birokrasi, dirinya mengharapkan seluruh jajaran Dinas Perkebunan di provinsi yang terbentuk pada 5 Oktober 2004 itu agar bekerja secara efektif dan efisien.

Seperti diketahui, seorang pemimpin identik dengan pengaruh, karena dalam dirinya ada ‘smart leadership’.  Terutama memberi inspirasi bagi staf, utamanya menyangkut visi, misi, dan program kerja agar pekerjaan mereka memiliki tujuan dan makna di luar tugas yang mereka lakukan setiap hari. Dengan demikian, tidak ada yang menunda nunda pekerjaan. Dan, jika ditemukan masalah langsung dicari jalan keluarnya.

Di sisi lain, terkadang para pemimpin harus membantu staf, mengkomunikasikan berbagai permasalahan yang dihadapi, agar mereka tahu dan selalu mencari ide, wawasan dan informasi baru. Inovasi baru, inspirasi dan berbagai strategi jitu bisa datang dan masuk dalam pikiran staf.

 “Karena itu, akan kami menjadikan seluruh jajaran lingkup Dinas Perkebunan Sulbar sebagai rekan kerja yang baik. Karena dari mereka, akan lahir ide-ide inspiratif,” tutup Waris. (din pattisahusiwa)

BAGIKAN
Berita sebelumyaIqbal Minta RT-RW Proaktif Masalah Kebersihan
Berita berikutnyaPohon Kelapa Penyebab Pemadaman Listrik di Selayar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here