Makassar, Inspirasimakassar.com:

Kawasan wisata Malino miliki pesona keindahan yang patut untuk diekslor, salah satunya kebun teh yang terletak di area Malino Highlands, Kabupaten Gowa.

Saat mengunjungi area Malino Highlands, anda akan menemukan beragam objek yang dapat dijadikan spot foto bersama kerabat maupun keluarga, seperti kebun teh, area berkuda, taman bunga dan penangkaran hewan yang dilindungi.

Jelang pergantian tahun 2020 ke 2021, Malino Highlands ini bisa dijadikan pilihan untuk mengabadikan moment Indah. Marketing Communication (Marcom) Malino Highlands, Tikha Sudirman membenarkan hal tersebut.

“Di tengah curah hujan yang diprediksi cukup tinggi jelang pergantian tahun, pengunjung malah tetap antusias berkunjung kelokasi kami”, paparnya, Sabtu (13/12/2020).

Tikha menambahkan, saat ini Malino Highlands benahi Coffeeshop dengan menambah tempat tongkrongan yang lebih dekat kebun teh, sehingga pengunjung dapat nikmati Coffee sambil berswafoto, imbuhnya.

Setelah mengunjungi objek wisata Malino Highlands, tidak nyaman rasanya jika belum membawa pulang oleh – oleh khas Malino, seperti Kopi Luwak Khas Malino, yang beralamat di Kedai Kopi Luwak jalan Sultan Hasanuddin, No. 88 Malino, kabupaten Gowa.

Kopi Luwak Malino ini, merupakan produk dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dibina oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan, yang telah merambah pasar internasional hingga Hongkrong, Singapura, Taiwan, dan Thailand.

Edwin Permadi menjelaskan, Kopi Luwak khas Malino ini telah dibina oleh Bank Indonesia sejak tahun 2015 silam. Adapun bentuk pembinaan meliputi pelatihan keuangan, pengelolaan usaha dan teknis, Imbuh, Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi Keuangan Daerah BI Sulsel ini.

Selain itu, Bank Indonesia juga membantu pasarkan komoditi unggulan Kopi Luwak ini ke Beijing dan Tokyo harapannya kedepan bisa diekspor ke luar negeri, paparnya saat ditemui di Kedai Kopi Luwak Malino ketika meninjau tempat penangkaran musang untuk proses produksi.

Sementara itu, Sain yang juga barista Kedai Kopi Luwak menambahkan, produksi kopi yang berasal dari hasil fases musang atau luwak itu dinilai memiliki rasa yang lebih nikmat dari kopi biasa.

Produksi bisa mencapai 300 kilogram (kg) per bulan. harga Kopi Luwak Malino bisa mencapai Rp 1,8 juta per kg. (hadi)

BAGIKAN
Berita sebelumyaSittiara Buka Edukasi Publik Sistem Jaminan Sosial Nasional
Berita berikutnyaRESOLUSI 2021
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here