Makassar, Inspirasimakassar.com :

Dengan senyuman yang khas, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Anwar Abubakar didampingi Kabid Pend. Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Fathurrahman melambaikan tangannya saat iringan defile kontingen peserta Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren (POSPEDA) VIII tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (23/09/19) di Asrama Haji Sudiang Makassar.

Prosesi pembukaan Pospeda VII diawali dengan begitu meriah. Iring-iringan peserta tampak antusias menampilkan kearifan lokal masing-masing daerahnya. Dari menampilkan hasil bumi daerahnya, berbusana adat Baju Bodo hingga pakaian adat Hitam khas Tanah Kajang Kab. Bulukumba.

Semakin menarik ketika seorang santri asal Kab. Takalar dengan gagah maju kehadapan kakanwil beserta para tamu undangan lainnya sambil menghunus Badik (senjata tajam khas Bugis-Makassar). Menampilkan pertunjukan budaya “Angngaru”, sebuah ikrar kesetiaan rakyat dan prajurit terhadap pemimpin bagi masyarakat makassar zaman dulu.

Pada masa sekarang, angngaru sering dipertunjukkan dalam kegiatan adat, kegiatan pemerintahan, maupun dalam penyambutan tamu – tamu kehormatan membuat Kakanwil, Kepala Bidang peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, beberapa Kabid Kemenag Sulsel dan Kepala Kankemenag Kab/Kota beserta para undangan lainnya berdecak kagum.

Keunikan beragam budaya ini sangat menginspirasi, ujar Kakanwil saat menyampaikan sambutan dan arahannya sesaat jelang membuka secara resmi kegiatan ini.

Santri harus senantiasa menjadi yang terdepan dalam segala bidang pembangunan, apalagi dibidang Agama karena saya yakin dan percaya kualitas santri setelah melalui proses penempaan sedemikian rupa dapat membentuk pribadi yang jauh lebih kuat dan berkualitas, paparnya

Apresiasi dialamatkan atas terselenggaranya POSPEDA VIII ini sebagai sebuah instrument alat ukur bagaimana sistem pendidikan yang terbangun di pondok pesantren.

“Meskipun santri yang menjadi objek penilaian namun juga dapat menjadi tolak ukur bagi para pembinanya. Menunjukkan kualitas santri yang bagus tentunya ditopang dengan berbagai metode pembinaan yang bagus pula dari Pembinanya, begitulah siklus pembinaan yang seharusnya”,ucapnya.

Anwar Abubakar juga menyinggung “Santri Indonesia untuk perdamaian Dunia” sebagai tema Hari Santri Nasional 2019 oktober mendatang.

Santri dan pesantren telah menjadi bagian penting sebuah sejarah kemerdekaan bangsa dan memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan, dan melalui penanaman karakter keislaman yang kuat, santri diharapkan dapat menjawab situasi dan tantangan yang lebih kompleks dimasa yang akan datang, tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Sulawesi Selatan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala bidang peningkatan prestasi olah raga menyampaikan olahraga dan seni merupakan kegiatan yang tidak bisa kita abaikan dalam kehidupan karena dengan keduanya aktifitas dapat berjalan maksimal dan juga membuka ruang-ruang prestasi.

Melalui kesempatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pemuda dan olah raga berkomitmen untuk mendukung segala upaya pembinaan, pengembangan dan prestasi pemuda dan siswa Sulawesi Selatan yang memiliki bakat di bidang olah raga dan seni. Pondok pesantren yang menjadi bagian integral dalam pendidikan nasional diharapkan mampu memunculkan santri yang tidak hanya kuat dengan nilai-nilai keislaman tetapi juga unggul dalam bidang teknologi, olahraga, maupun seni.

Dirinya meminta santri tidak menyia-nyiakan ajang kreatifitas dan panggung berprestasi seperti Pospeda, tetap disiplin, menjaga sportifitas dalam meraih prestasi sehingga dapat mengharumkan nama sekolah, daerah bahkan suatu saat nanti dapay mengharumkan nama bangsa di dunia internasional.

Jumlah peserta yang ikut ambil bagian pada penyelenggaraan POSPEDA VIII kali ini berjumlah 380 orang terdiri dari cabang olahraga Atletik (4 nomor), cabang olahraga Pencak Silat, cabang seni Pidato 3 Bahasa (Inggris, Arab dan Indonesia) serta cabang seni cipta baca puisi.

BAGIKAN
Berita sebelumyaProf Akbar Pengambil Formulir Kedua di PAN Selayar
Berita berikutnyaLetkol Imran Ikuti Wawancara di PDI-P Bulukumba
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here