Cianjur, Inspirasimakassar.com:

ilustrasi

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur mengakui adanya sejumlah WNA yang punya e-KTP. Kadisdukcapil M Sidiq El-Fatah mengungkapkan selain tenaga kerja asing (TKA) China itu ada 16 WNA di antaranya asal Saudi Arabia, Filipina, India, Afghanistan dan Bangladesh.

“Aturan secara Undang-undang memperbolehkan, barang siapa yang tinggal di Indonesia yang sudah memiliki Ketentuan Izin Menetap (KITAP) harus diberikan identitas dalam bentuk KTP-el. Perbedaannya dimunculkan kewarganegaraannya, kemudian waktunya 5 tahun,” kata Sidiq kepada wartawan, Selasa (26/2/2019), seperti dilansir detik.com.

Sidiq mengaku sudah menyerahkan 17 data WNA yang memiliki e-KTP kepada pihak KPU berikut ada indikasi dugaan data kesalahan input di pihak KPU. “Kita serahkan data 17 WNA asing berikut indikasi kemungkinan kesamaan NIK, intinya WNA tidak boleh punya hak pilih. Data kami 17 orang WNA tidak boleh memilih, baik Pileg maupun Pilpres,” tuturnya.

KPU Kabupaten Cianjur mengakui adanya kesalahan saat menginput Nomor Induk Kependudukan (NIK) TKA asal China yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). Komisioner KPU Cianjur Anggy Sophia Wardani menjelaskan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Disdukcapil terkait kesalahan input data.(*)

BAGIKAN
Berita sebelumyaMeski TKA China Punya e-KTP Tapi tak Bisa Masuk DPT
Berita berikutnyaGempa M 5,2 Guncang Sorong
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here